Seputar Islam
Tata Cara Wudhu yang Benar Sesuai Dengan Sunnah Rosul

Oleh Redaksi | Rabu, 22 Januari 2020 10:10 WIB | 3.355 Views
Tata Cara Wudhu yang Benar Sesuai Dengan Sunnah Rosul

Sebagai seorang Muslim, tentunya harus mengetahui bagaimana tata cara wudhu yang benar dan baik. Seperti yang kita ketahui, Wudhu merupakan salah satu pekerjaan wajib dan syarat sahnya sholat dan diterima Allah SWT.

Hal ini sesuai dengan yang diperintahkan Allah SWT mengenai tata cara Wudhu dalam Surat Al Maidah ayat 6 yang artinya:"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melakukan sholat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki."

Selain terdapat pada salah satu ayat Alquran, hadist dari Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Tirmidzi juga menjelaskan pentingnya untuk berwudhu, di mana Rasulullah SAW bersabda yang artinya:"Allah tidak menerima shalat salah seorang di antara kamu sampai ia berwudhu."

Jadi, sudah jelas bahwa kita harus mengetahui tata cara berwudhu yang benar sesuai dengan yang diajarkan oleh Rosululloh S.A.W, untuk melakukan wudhu kita harus mengenal terlebih dahulu tata cara wudhunya sebagai berikut:

1. Niat Wudhu

Tentunya sebelum berwudhu kamu diharuskan untuk berniat terlebih dahulu. Niat dalam berwudhu ini diartikan sebagai kesungguhan hati untuk berwudhu karena melaksanakan perintah Allah SWT dan mengikuti ajaran dari Rasulullah SAW.

Dalam HR Bukhari pun pernah menuliskan bahwa:"Rasulullah SAW menerangkan bahwa segala perbuatan tergantung kepada niatnya, dan seseorang akan mendapatkan balasan menurut apa yang diniatkannya..." (HSR. Bukhari dalam Fathul Baary, 1:9; Muslim, 6:48).

"Nawaitul wudhuu-a liraf'll hadatsil ashghari fardhal lilaahi ta'aalaa"

Artinya :

"Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardu karena Allah."

2. Membaca Basmallah

Setelah melakukan niat dengan kesungguhan hati, kemudian bacalah basmallah. Membaca basmallah ini dilakukan sambil mencuci kedua telapak tangan sebanyak 3 kali hingga ke sela-sela jari. Namun bila lupa untuk membaca basmallah, maka wudhu yang kamu lakukan tetap sah.

3. Berkumur-kumur

Berkumur-kumur sebanyak 3 kali atau memutar air dalam mulut dan mengeluarkannya serta membersihkan gigi dari sisa-sisa makanan yang ada pada gigi.

4. Mencuci lubang hidung

Mencuci lubang hidung sebanyak 3 kali untuk mengeluarkan kotoran yang ada di dalamnya. Dan disunnahkan pula muncuci lubang hidung dengan cara menghirup air dalam sekali hirup serta mengeluarkannya dengan memencet hidung.

5. Mencuci muka 3 kali

Mencuci muka 3 kali pada saat berwudhu sebaiknya dilakukan mulai dari ujung kepala tumbuhnya rambut hingga bawah dagu. Serta membersihkan dari telinga kanan ke telinga kiri.

6. Mencuci kedua belah tangan hingga siku

Setelah mencuci muka, kemudian cucilah kedua belah tangan hingga siku sebanyak 3 kali. Sebaiknya lakukan dengan mendahulukan anggota tubuh bagian kanan, membasahi tangan hingga siku pun sudah tercantum dalam surat Al- Maidah ayat 6 sesuai dengan perintah Allah SWT.

7. Mengusap kepala

Tata cara wudhu selanjutnya ialah mengusap kepala dari depan hingga ke bagian belakang kepala sebanyak satu kali. Ali bin Abi Thalib berkata, "Aku melihat Nabi SAW mengusap kepalanya satu kali." (HR. Sahih Abu Dawud no.106)

8. Membersihkan kedua telinga

Setelah mengusap kepala dilanjutkan dengan membersihkan kedua telinga tanpa perlu mengambil air baru. Membersihkan telinga dalam tata cara wudhu ini dilakukan dengan memasukan jari telunjuk ke dalam telinga, kemudian ibu jari mengusapkan kedua daun telinga. Hal ini dilakukan secara bersamaan antar telinga kanan dan telinga kiri.

9. Mencuci kedua kaki hingga di atas mata kaki

Dan tata cara wudhu selanjutnya yang benar sesuai dengan sunnah ialah membasuh kedua kaki hingga di atas mata kaki. Hal ini dilakukan sebanyak 3 kali dan dimulai dari kaki bagian kanan terlebih dahulu.

Dalam HR Bukhari, dahulukan kaki kanan hingga tiga kali kemudian kaki kiri. Dan saat membasuh kaki, Rasulullah menggosok jari kelingkingnya pada sela-sela jari kaki (HR. Bukhari; Fathul Baari, dan Muslim). Dalam menggosok kaki Rasullullah menyuruh umatnya untuk berhati-hati, karena bila tidak sempurna dalam membasuhnya akan terkena ancaman neraka. Dan pastikan kulit yang terlipat terkena air wudhu.

10. Membaca doa wudhu

Setelah selesai rangkaian wudhu yang benar, disunnahkan untuk membaca doa selepas wudhu. Dan saat memanjatkan doa wudhu, sebaiknya berdoa dengan menghadap kiblat dan mengangkat dua tangan.

"Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa Rasuuluhu. Allahumma j'alnii minat tawwabiina, waj'alnii minal mutathahiriina waj'alnii min 'ibaadikash shalihiina."

Artinya :

"Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu hamba dan utusanNya. Ya Allah! Jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bersuci dan jadikanlah aku bagian dari hamba-hamba-Mu yang sholeh."



Seputar Islam Lainnya
Luar Biasanya Bagaimana Al Quran Menggambarkan Gempa
Kamis, 12 Desember 2019 06:59 WIB
Luar Biasanya Bagaimana Al Quran Menggambarkan Gempa
Jujur saja gempa ini merupakan gempa yang benar-benar terasa selama hidup saya, dan mudah-mudahan tidak terjadi kembali diesok hari kedepan. Tepat terjadinya gempa diri terasa sangat kaget hanya dapat berucap takbir
Makna Di Setiap Malam Bulan Ramadhan
Jum'at, 26 Juni 2015 11:32 WIB
Makna Di Setiap Malam Bulan Ramadhan
Marhaban Ya Ramadhan, selamat datang kembali bulan yang penuh rahmat dan ampunan serta met menjalankan ibadah puasa buat sobat yang melaksanakannya. Ada keistimewaan disetiap malamnya, berikut di antaranya
Kemuliaan Bulan Ramadhan
Jum'at, 26 Juni 2015 11:08 WIB
Kemuliaan Bulan Ramadhan
Ramadhan kembali hadir di tengah-tengah kita. Kaum Muslimin menyambutnya dengan perasaan gembira. Hanya saja, sebagian menyambutnya dengan rasa syahdu, sementara yang lain menyambutnya sebatas sebuah tradisi yang dijalankan setiap tahun.
Meneladai Buya Hamka Tentang Perbedaan Idul Adha
Senin, 06 Oktober 2014 12:33 WIB
Meneladai Buya Hamka Tentang Perbedaan Idul Adha
Rasulullah memberi peringatan bahwa berpuasa dan berbuka dan berkorban menurut orang banyak. Karena berbeda-beda hari kurang beliau sukai. Namun jika tetap tidak yakin dan ingin melakukannya juga, sebaiknya dilakukan dengan rahasia, bukan disiar-siarkan




Galeri Photo
Pembagian Hadiah

Para siswa dan siswi PAUD Daarul Ilmi yang berprestasi mendapatkan hadiah dari pihak sekolah, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menumbuhkan rasa semangat pada siswa dan siswi PAUD Darrul Ilmi.