Tertidur di dalam Goa selama 309 tahun : Kisah Ashabul Kahfi yang menjadi teladan bagi umat manusia
Kamis, 04 Maret 2021 11:01 WIB
Ashabul kahfi merupakan 7 pemuda yang hidup sebelum zaman nabi Muhammad SAW. Mereka hidup pada zaman raja Diknayus yang kejam, melarikan diri ke sebuah gua dan tertidur selama 309 tahun lamanya. Perjalanan mereka dikisahkan di dalam Al-quran pada surah al-kahfi. Sehingga menjadi suri tauladan bagi seluruh umat manusia untuk diambil hikmahnya. Begitu menariknya kisah mereka dan dijelaskan secara singkat dalam artikel ini.
 
Kisah awal : Raja Diknayus yang kejam
Kisah ini terjadi sekitar tahun 249-251 masehi, sebuah negeri bernama Afasus yang dipimpin oleh raja Diknayus. Sang Raja merupakan penganut berhala dan pemerintahannya sangat kejam, mereka menyiksa penganut-penganut selain berhala. Memerintahkan dan memaksa seluruh rakyatnya untuk menyembah kepada berhala.
Hingga pada suatu hari, terdengar ke telinga raja Diknayus bahwa terdapat beberapa pemuda bangsawan yang menolak perintahnya menyembah berhala. Raja Diknayus menjadi sangat murka dan memerintahkan pengawalnya untuk membawa pemuda-pemuda tersebut ke hadapannya.
Hingga suatu hari pemuda-pemuda tersebut telah berada  dihadapan sang raja, alih-alih menyiksa mereka raja Diknayus menawarkan sesuatu yang lain, sesuatu yang menggiurkan dan melemahkan iman. Sang raja memberikan penawaran berupa kemewahan harta dan jabatan-jabatan tinggi untuk menukarkannya dengan keimanan mereka.
Namun karena para pemuda tersebut merupakan pemuda yang teguh keimanannya terhadap Alloh SWT maka ditolaklah semua yang ditawarkan raja Diknayus.
 
Membawa keteguhan iman dengan melarikan diri
Setelah menolak semua yang ditawarkannya, sang raja mengamuk dan mengancam untuk membunuh merek semua. Para pemuda tersebut melarikan diri, menyusuri teriknya siang dan dinginnya malam dalam pelarian. Entah kemana mereka akan berlabuh.
Hingga Alloh SWT menghendaki mereka untuk bertemu seorang pria dan anjingnya di antara perjalanan mereka. Pemuda tersebut mendengar cerita mereka dan memutuskan untuk bergabung. Genaplah sudah jumlah 7 pemuda dan seekor anjing yang dibawa pemuda yang ditemuinya dalam perjalanan.
 
Tubuh yang terpelihara selama 309 tahun
Kemudian dipertemukannya dengan sebuah tempat yang menarik hati mereka kesana. Sebuah Gua di atas Gunung Tikhayus. Mereka memutuskan untuk tinggal dalam gua itu, beribadah serta berdoa kepada Alloh SWT.
Pada malam hari mereka berbenah dan tertidur lelap bersama dengan anjingnya. Masa dan waktu yang berada dalam kendali Alloh SWT membuat mereka tidur panjang hingga 309 tahun lamanya, jauh setelah pemerintahan raja Diknayus berakhir. Begitupun dengan tubuh mereka, terpelihara dan tidak berubah seperti dalam keadaan terjaga.
 
Terjaga dalam pemerintahan raja yang adil : Bagaimana mereka tahu ?
Saat para pemuda dan anjingnya itu mulai terjaga. Kemudian merasa lapar dan mengutus salah seorang dari mereka untuk membeli beberapa roti untuk menjadi pengganjal perut. Tak lupa memerintahkan untuk tetap merahasiakan maksud mereka dan menyamar.
Ketika mulai berjalan ke kota, pemuda yang diutus itu merasa keheranan karena melihat keadaan kota yang berubah drastis. Namun mengabaikannya karena hendak mencari penjual roti.
Setelah menemukan tukang roti dan hendak membelinya. Pemuda tersebut memberikan beberapa pecahan uang untuk membayar. Tetapi tukang roti merasa sangat heran. Sehingga tergambar melalui raut wajahnya  “kenapa masih ada orang yang menyimpan pecahan uang yang sangat lama dan sudah tidak laku ini”. Tukang roti pun bertanya “Wahai pemuda, uang ini sudah tidak berlaku lagi. Zaman sudah berubah, berikanlah aku uang yang bernilai untuk saat ini”
Mendengar hal tersebut, rupanya sang pemuda baru menyadari bahwa mereka tidak lagi berada pada masa pemerintahan raja Diknayus.
Mereka tertidur selama 309 tahun di dalam gua dan baru terjaga pada masa pemerintahan Kaisar Romawi Timur Theodosius II tahun 408-450 mesehi.
 
Pelajaran berharga bagai sebuah permata
Dari kisah ashabul kahfi tersebut, banyak pelajaran yang dapat kita ambil hikmahnya. Salah satunya adalah ketika kita menyelamatkan keimanan kita kepada Alloh SWT, maka Alloh SWT pun akan menyelamatkan kita. Juga bagi siapa saja yang mencari keridhoan Alloh SWT, maka kemudahan dan kemuliaan akan datang dari Alloh SWT.
 

Blog Populer