KISAH JENAKA ABU NAWAS : Batas Jagat Raya
Jum'at, 05 Maret 2021 11:17 WIB
 Abu Nawas merupakan seorang pujangga Arab yang hidup di masa kepemimpinan Harun Ar-Rasyid (Bani Abbasiyah). Ia dikenal sosok yang bijaksana serta kocak, untuk semua pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada Abu Nawas berhasil dijawabnya dengan bijak.
Berikut salah satu kisah Abu Nawas bersama dengan Khalifah Harun Ar-Rasyid yang jenaka.
 
Suatu hari Khalifah Harun Ar-Rasyid nampak murung, seperti sedang gelisah karena memikirkan sesuatu. Sampai semua menterinya bingung dan tak sanggup lagi untuk menemukan solusi.
 
Maka benarlah bahwa Khalifah Harun Ar-Rasyid sedang gelisah saat beliau berbicara bahwa ia penasaran terhadap dua pertanyaan yang mengelilingi kepalanya hari-hari belakangan sehingga membuatnya tidak bisa tidur.
 
Dengan sigap sang khalifah kemudian memanggil orang paling cerdik di Bagdad untuk menuntaskan rasa gelisah dan penasarannya itu.
 
Dipanggillah Abu Nawas untuk menghadap sang khalifah saat itu juga. Saat sudah saling bertatap muka, segeralah khalifah Harun Ar-Rasyid berbicara “ Hai abu Nawas, akhir akhir ini ada dua pertanyaan yang membuatku sangat penasaran. Aku ingin menanyakannya padamu untuk mendapatkan jawaban”
 
“Wahai tuanku, pertanyaan seperti apa yang membuatmu sangat penasaran itu ? bolehkah hamba mengetahui teka-teki itu ?” begitu Abu Nawas berbicara kepada khalifah.
 
“Aku merasa penasaran, dimanakah batas jagat raya yang tuhan kita ciptakan ini ?” Khalifah bertanya dengan penasaran
 
Tanpa pikir panjang abu Nawas menjawab “di dalam pikiran wahai tuanku”
 
“Keterbatasan telah ditanamkan dalam otak manusia. Maka dari itu, manusia tidak bisa mengetahui dimana batas jagat raya ini. Sesuatu yang terbatas tidak bisa mengukur sesuatu yang tidak terbatas” Abu Nawas melanjutkan tanpa adanya keraguan.
 
Khalifah Harun Ar-Rasyid kemudian tersenyum pertanda puas setelah mendengar jawaban dari Abu Nawas.
 
“Baiklah, aku masih punya satu teka-teki lagi yang membuatku penasaran hai Abu nawas. Manakah yang lebih banyak antara bintang-bintang di langit atau ikan-ikan di laut ?” Khalifah kembali bertanya
 
“Ikan-ikan di laut wahai tuanku” begitu jawaban Abu Nawas
 
Khalifah Harun Ar-Rasyid merasa heran mendengarnya dan kembali bertanya “Apa maksudmu ? apakah kau pernah menghitung jumlah bintang di langit dan ikan di laut ? sehingga kau sangat yakin”
 
"Tuanku, bukankah kita semua tahu bahwa ikan-ikan itu setiap hari ditangkapi dalam jumlah besar. Namun begitu, jumlah mereka tetap banyak seolah-olah tidak pernah berkurang karena saking banyaknya. Sementara bintang-bintang itu tidak pernah rontok, walau jumlah mereka juga banyak. "jawab Abu Nawas meyakinkan.
 
Sejak saat itu, sirnalah rasa penasaran Khalifah Harun Ar-Rasyid terhadap pertanyaannya itu. Dan Abu Nawas dihadiahi cukup banyak untuk dibawa pulang.

Blog Populer